Perbedaan Bank Konvensional Dan Bank Syariah

Perbedaan-Bank-Konvensional-Dan-Bank-Syariah

Potensi pasar yang besar pada perbankan Islam, telah membuka dimensi baru bagi bank-bank konvensional yang berasal dari negara-negara non-muslim untuk membuka Islamic Devision. Hal ini dilakukan oleh Citibank, Chase Mahattan Bank, ANZ Bank, dan beberapa bank lainnya.

Dikarenakan sistem syariah ini boleh pula melayani siapa termasuk yang non-muslim, maka jasa-jasa perbankan Islam telah dirintis oleh bank-bank tersebut diatas sebagai pilihan pembiayaan. Bahkan di Eropa yang sebagian besar masyarakatnya non-muslim, bank Islam tumbuh dengan pesat.

Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai tabungan syariah dan seperti apa perbedaannya dengan bunga bank konvensiaonal.

Definisi Tabungan Syariah

Tabungan syariah adalah sebuah produk simpanan yang didasarkan pada proses akad wadiah, mudhabarah, atau akad-akad lain yang sesuai dengan prinsip syariah. Penarikan tabungan syariah ini hanya dapat dilakukan menurut kesepakatan dari ayat-ayat dan ketentuan tertentu yang telah disepakati. Tabungan syariah ini tidak dapat ditarik menggunakan cek, giro, dan/atau alat penarikan lainnya yang sejenis.

Tabungan Wadiah
Tabungan yang berjalan berdasarkan prinsip akad wadiah, yaitu titipan murni yang wajib dijaga serta dikembalikan setiap saat sesuai dengan keinginan atau kehendak pemiliknya.

Tabungan Mudharabah
Tabungan yang berjalan berdasarkan bentuk kerja sama dan kesepakatan antara dua atau lebih pihak dimana pihak pemilik modal akan mempercayakan sejumlah modal kepada pengelola dalam sebuah perjanjian yang telah disepakatai sejak awal.

Bank syariah mempunyai kuasa untuk melakukan berbagai macam usaha yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah serta mengembangkannya, termasuk melakukan akad mudharabah dengan pihak lain.

Prinsip Mudharabah ini menegaskan hubungan kerja sama dengan kontribusi sebesar 100% dari pemilik modal. Mudharabah mempunyai dua bentuk yaitu mudharabah mutlaqah dan mudharobah muqayyadah yang perbedaannya terletak pada ada atau tidaknya persyaratan yang diberikan oleh pemilik dana kepada Bank dalam pengelolaan simpanan.

Perbedaan Bunga dan Bagi Hasil

Bagi Hasil

  • Besar ratio disepakati pada awal akad dibuat yang berpedoman kemungkinan untung dan rugi.
  • Besar ratio didasarkan pada jumlah keuntungan yang diperoleh.
  • Ratio atau nisbah tidak akan berubah selama akad masih berlaku sedari awal akad dibuat.
  • Besar laba yang diperoleh bergantung pada keuntungan yang didapat pihak bank, dan akan semakin meningkat ketika keuntungan bank juga meningkat.
Bunga

  • Penetapan bungan dibuat pada awal pembukaan rekening dan harus selalu untung (untuk tabungan).
  • Perhitungannya didasarkan pada jumlah pokok dana yang disimpan nasbah di bank tersebut.
  • Masih adanya pengaruh dari suku bunga bank Indonesia, terutama bunga peminjaman.
  • Jumlah pembayaran bunga untuk tabungannya selalu tetap sekalipun pihak bank sedang mendapatkan untung besar

Nah demikian penjelasan singkat mengenai perbedaan antara bunga pada bank konvensional dan bagi hasil pada bank syariah, semoga artikel ini dapat sedikit menambah wawasan kita mengenai perbankan syariah.

Blog ini dikelola oleh Admin tunggal. Mediawarna menyajikan informasi ringan seputar investasi, perencanaan keuangan, kewirausahaan dan lifestyle.

Baca juga