Penyebab Pengeluaran Membengkak Saat Ramadhan

Pengeluaran selama bulan puasa

Sering kali pengeluaran selama Ramadhan melebihi anggaran di bulan lainnya. Hal ini tidak terlepas dari kebiasaan sebagian besar orang yang menjadi lebih konsumtif saat menyambut waktu berbuka puasa. Rasa senang menjelang saat berbuka puasa yang berlebihan hingga akhirnya membeli berbagai jenis makanan untuk berbuka pun rasanya sudah menjadi hal lumrah.

Belum lagi “tradisi” bukber (buka bersama) dengan teman yang sekaligus menjadi ajang reunian seakan menjadi agenda khusus selama bulan puasa. Hal ini juga terbukti dengan ramainya pusat-pusat jajanan takjil, restauran dan cafe-cafe saat sore hari yang dipenuhi para pembeli.

Sejatinya, Ramadhan merupakan waktu untuk berlomba-lomba beribadah dan mengumpulkan pahala, termasuk dalam mengendalikan diri dari hawa nafsu. Salah satunya hawa nafsu untuk mengonsumsi berbagai jenis makanan secara berlebihan.

Kita idealnya tidak perlu mengubah gaya hidup saat menjalani Ramadhan, sebaliknya kita justru bisa mendapatkan penghematan pengeluaran dari kegiatan konsumsi yang berkurang di siang hari lantaran ibadah puasa yang dilakukan.

Penghematan yang dihasilkan ada baiknya dialihkan untuk kegiatan lain yang lebih bermanfaat seperti beramal. Selain dapat membantu orang lain, hal tersebut tentu bisa menambah pahala di Bulan Ramadhan selain ibadah puasa yang dijalankan.

Anggaran yang juga perlu diperhatikan adalah pengeluaran saat hari raya Lebaran. Selain biaya transportasi dan akomodasi saat pulang ke kampung halaman (mudik), pengeluaran untuk belanja hidangan di rumah juga tidak kecil.

Bukankah akan lebih bijak apabila penghematan selama bulan puasa kita alihkan ke pengeluaran yang lebih bermanfaat?

 

Photo credit: Hard Graft

Blog ini dikelola oleh Admin tunggal. Mediawarna menyajikan informasi ringan seputar investasi, perencanaan keuangan, kewirausahaan dan lifestyle.

Baca juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *