Inovasi GoJek Menggiurkan Bagi Para Investor

Lokasi Kantor Gojek

Siapa yang tidak kenal GoJek? Perusahaan yang mengawali bisnisnya dengan memberikan layanan aplikasi jasa transportasi berbasis sepeda motor, kini telah mengukuhkan diri sebagai “unicorn”, sebutan bagi startup yang memiliki valuasi senilai lebih dari 1 miliar dolar AS.

PT Go-Jek Indonesia saat ini telah mendapatkan tempat di hati masyarakat. Hanya membutuhkan waktu lima tahun saja, GoJek berkembang pesat dengan terus berinovasi dari sisi layanan. Sehingga potensinya di masa depan masih sangat menjanjikan.

Kini pelanggan dapat melakukan pemesanan berbagai jasa hanya dari satu dua aplikasi yang saling terintegrasi, Go-Jek & Go-Life. Inovasi inilah yang menjadi pembeda antara GoJek dengan perusahaan pesaingnya. Sebagaimana kita tahu, persaingan antara Gojek vs Grab sering menjadi perbincangan seru di masyarakat.

Suntikan dana sebesar $550 juta atau setara Rp7 triliun (kurs Rp13.000 per dolar AS) dari perusahaan investasi asal Amerika Serikat KKR & Co. dan Warbug Pincus, menambah investasi yang sebelumnya telah dilakukan Sequoia Capital dan NSI Venture, dan meningkatkan nilai PT Go-Jek Indonesia menjadi $1,3 miliar, atau setara Rp17 triliun.

Aplikasi Go-Jek yang telah diunduh sebanyak 10 juta kali ini diklaim mampu memproses 8 pemesanan per detik pada bulan Juni 2016. Nilai tersebut setara dengan 667 ribu pesanan setiap harinya. “Ada lebih dari 20 juta pemesanan pada platform kami pada bulan Juni 2016, yang berarti bahwa kami memproses sekitar delapan pemesanan per detik bulan lalu,” kata manejemen Go-Jek seperti dikutip dari Tech In Asia, 16 Juli 2016.

Meski masih merugi, nilai transaksi yang mungkin dicapai oleh layanan Go-Food bisa mencapai Rp1,8 miliar/hari (asumsi 30 persen dari 667.000 pemesanan adalah layanan Go-Food).

Tepat sebelum pengumuman investasi besar, yakni di bulan Maret 2016 lalu, GoJek menurunkan subsidi hingga mencapai 71 persen dari jumlah keseluruhan subsidi.

Subsidi dan bonus yang diberikan kepada para pengemudi GoJek adalah salah satu sumber kebocoran dana terbesar yang dialami oleh perusahaan ini. Pengurangan subsidi ini sekaligus mampu menekan pengeluaran perusahaan.

Investasi besar secara efektif meningkatkan nilai valuasi GoJek. Namun, apakah GoJek mampu bertahan dari kepungan rival-rivalnya yang saat ini juga semakin gencar melakukan optimasi aplikasi?

Dengan potensi pengembangan inovasi perusahaan yang demikian besar, dan belum tereksplorasinya keseluruhan pasar di Indonesia, ditambah rencananya untuk berekspansi ke Asia Tenggara, investasi pada GoJek tentu akan tetap menggiurkan bagi para investor.

(Foto cover: copyright Gojek)

Blog ini dikelola oleh Admin tunggal. Mediawarna menyajikan informasi ringan seputar investasi, perencanaan keuangan, kewirausahaan dan lifestyle.

Baca juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *