Akuisisi batal, 7-Eleven tutup usaha

Gerai 7-Eleven Tutup

Dengan model bisnis mini market yang dilengkapi fasilitas Wifi, nasi goreng, kopi dan slurpee yang siap dilahap atau diminum di tempat, Sevel hanya butuh 2 tahun untuk membuka toko ke-57, dan setahun berikutnya menjadi 100 (2012).

PT Modern Internasional Tbk. melalui anak usahanya, PT Modern Sevel Indonesia terbukti mampu mendongkrak reputasi dan pendapatannya melalui Sevel, yang sebelumnya nyaris bangkrut akibat bisnis film rol Fuji yang diageninya kehilangan relevansi. Dengan cepat, outlet-outlet eks Fuji yang terletak di titik-titik strategis beralih menjadi Sevel.

Namun, pasca-2013 Sevel “dipaksa” regulator menjadi outlet grab & bite seperti mini market biasa sehingga ia kehilangan nilai jual utamanya. Model bisnis yang telah dirancang tidak dapat dijalankan karena tak dikehendaki regulator. Penjualannya anjlok karena ia dipaksa menjadi minimarket biasa.

Model Bisnis 7-Eleven dan Aturan Non-Alkohol

Sevel yang berizin ganda, selama ini aktivitasnya merangkap sebagai minimarket dan restoran. Satu izin retail dari Kemendag dan satu izin restoran dari Dinas Pariwisata DKI. Apakah model bisnis yang diterapkan oleh 7-Eleven ini cocok dengan gaya hidup masyarakat di Indonesia?

Bisnis ritel merupakan bisnis yang memiliki margin keuntungan yang tidak besar. 7-Eleven sudah menggelontorkan modal besar untuk sewa tempat, tapi di lapangan justru lebih banyak dipakai untuk nongkrong daripada belanja.

Aturan yang melarang penjualan alkohol menggerus keuntungan gerai 7-Eleven. Akibat aturan itu, sekitar 20 hingga 30 gerai yang underperformed (Chandra Wijaya, Direktur Keuangan Modern Internasional saat paparan publik di Kantor Modern Internasional, Jakarta, 24/11/2015 – dikutip dari Kompas).

Nasib 7-Eleven

Setelah menderita kerugian dan menutup beberapa gerai, PT Modern Internasional Tbk. berencana untuk menjual unit bisnis waralaba 7-Eleven kepada PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. Nilai transaksi akuisisi ini mencapai Rp 1 triliun. Apabila transaksi jadi dilakukan, perseroan dapat melakukan kegiatan ekspansi usaha di bidang distribusi serta dapat mendukung kegiatan penjualan produk makanan olahan dan minuman olahan yang diproduksi oleh perseroan dan entitas anaknya.

Senin 5 Juni 2017, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. batal mengakuisisi gerai 7-eleven. Saham PT Modern Internasional Tbk. pun melorot tajam.

“Pembatalan karena tidak tercapainya kesepakatan atas pihak-pihak yang berkepentingan,” kata Direktur Modern Internasional Chandra Wijaya.

Mengutip data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), saham MDRN sempat ditutup anjlok hingga 12,07 persen atau 7 poin ke Rp 51. Saham MDRN sempat menyentuh level tertingginya di Rp 59.

Saham MDRN pada hari yang sama ditransaksikan sebanyak 1.662 kali dengan total volume perdagangan sebanyak 1.206.737 saham senilai Rp 6,43 miliar. Batalnya transaksi ini membuat pelaku pasar mengkhawatirkan bisnis PT Modern Internasional Tbk ke depan.

Penutupan gerai 7-Eleven

Gagalnya akuisisi oleh Charoen Pokphand, PT Modern International Tbk (MDRN) mengumumkan akan menutup seluruh gerai 7-Eleven. Penutupan gerai convenience store ini akan efektif per 30 Juni mendatang.

“Kami bermaksud menginformasikan bahwa per tanggal 30 Juni 2017, seluruh gerai 7-Eleven di bawah manajemen PT Modern Sevel Indonesia yang merupakan salah satu anak perseroan akan menghentikan kegiatan operasionalnya,” kata Direktur PT Modern International Tbk, Chandra Wijaya dalam surat keterbukaan informasinya ke Bursa Efek Indonesia (BEI), 22 Juni 2017.

Chandra menyatakan bahwa penutupan seluruh gerai ini dilakukan karena perseroan memiliki keterbatasan sumber daya untuk melanjutkan operasional gerai convenience store tersebut. Hal ini menyusul tidak tercapainya kesepakatan rencana akuisisi PT Pokphand Restu Indonesia, anak usaha PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN).

(Direngkum dari berbagai sumber)

Blog ini dikelola oleh Admin tunggal. Mediawarna menyajikan informasi ringan seputar investasi, perencanaan keuangan, kewirausahaan dan lifestyle.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *